Utang Sapi dibayar Nyawa

Img_1321

Kentungan. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan, Pemerintah akan membeli sapi-sapi warga Merapi dengan harga yang pantas. Pernyataan ini untuk meyakinkan pengungsi untuk tidak nekad naik ke Merapi untuk mencegah jatuhnya korban.

Pernyataan ini keluar setelah jumlah korban erupsi merapi melonjak menjadi 106 orang, setelah sekitar 64 penduduk Cangkringan terkena awan panas Merapi pada Jumat (6/11) dini hari. Sebagian besar korban tewas akibat tetap memilih di tempat tinggalnya masing-masing.

Pernyataan Presiden SBY tidak sanggup meyakinkan warga. Warga Merapi nekad naik ke dusun asalnya masing-masing meski sebenarnya takut dan waswas. Alasannya terkesan sederhana, warga khawatir sapi-sapi peliharaannya mati atau kurus karena tidak diberi makan. Namun, masalah ini nyatanya bukanlah masalah yang “sesederhana” di telinga kita selaku “orang-orang kota”.

Namun, apa yang terkesann sederhana dan (mungkin) “bodoh” bagi orang-orang kota seperti kita dan Presiden SBY, ternyata menyimpan masalah yang tidak sederhana. Mayoritas sapi-sapi peliharaan warga ternyata diperoleh dengan cara utang. Sapi-sapi tersebut diberikan kepada warga dengan perjanjian akan dikembalikan pada saat sapi-sapi itu melahirkan anak.

Pernyataan SBY yang akan membeli sapi-sapi tersebut dengan harga pantas, jadinya bukanlah pernyataan yang menyenangkan bagi peternak. Karena pernyataan itu hanya menjamin pemberi utang dan tidak menjamin penghidupannya pasca hidup di pengungsian. Karena alasan inilah, mereka tetap memilih untuk tetap memelihara sapi-sapinya meski keadaan semakin berbahaya bagi kehidupannya.

Memelihara sapi pada saat erupsi Merapi seperti sekarang bukanlah hal yang mudah. Selain ancaman erupsi yang tidak tentu dan selalu membuat waswas, peternak pun semakin sulit mencari pakan karena sebagian besar tanaman rumput gajah tertutup abu vulkanik.

Menurut keterangan warga, abu vulkanik selain menyebabkan rumput gajah tidak layak pakan, juga kadang menyebabkan rumput-rumput tersebut memerah dan kering. Akibatnya, mereka pun terpaksa berada lebih lama di dusun untuk mendapatkan pakan yang baik bagi sapi-sapinya. Karena, jika saja pakan yang diberikan berbeda dari biasanya, sapi-sapi tersebut bisa stress dan tidak menghasilkan susu.

Warga mengaku sebenarnya takut akan ancaman bahaya erupsi vulkanik Gunung Merapi dan paham jika semburan awan panas atau lahar dingin bisa menyebabkan kematian bagi mereka. Namun, ketakutan akan susahnya hidup pasca pengungsian ternyata mengalahkan ketakutan mereka kepada ancaman Merapi.

Pertanyaan besar bagi SBY yang saat ini berkantor di Yogyakarta, beranikah Jenderal (Purn.) Susilo Bambang Yudhoyono selaku Presiden Republik Indonesia yang dipilih mayoritas rakyat dalam Pemilu 2009 dan didukung sepenuhnya oleh Partai yang memenangkan Pemilu Legislatif 2009 menyatakan akan mengerahkan seluruh kemampuannya untuk menjamin pasca pengungsian, hidup warga Merapi akan lebih baik dari sebelumnya?

Silakan Pak SBY, dimohonkan jawabannya.

Ditulis Syamsul Ardiansyah

Powered by Telkomsel BlackBerry®

About oaseindisasters

Oase in Disaster - Yakkum Emergency Unit This blog is official blog of Yakkum Emergency Unit Member of ACT Alliance and Member of Humanitarian Forum of Indonesia. The contents of this blog covers the YEU's activities related to emergency responds activities in Indonesia. Currently, we are working in emergency respon in three different areas; to respond Wasior flash-flood affected people in Manokwari, West Papua, tsunami-Mentawai affected people in Mentawai, West Sumatera, and Merapi Volcano Eruption in Central Java and Yogyakarta. At the national level, we are coordinating within the network of Humanitarian Forum of Indonesia (HFI) and at the International level we're coordinating with Global Network for Disaster Reduction and ACT Alliance. Email: yeu@yeu.or.id Follow us in twitter @yeu2001 www.yeu.or.id www.actalliance.org www.humanitarianforumindonesia.org
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to Utang Sapi dibayar Nyawa

  1. Arshinta Soemarsono says:

    …sudah waktunya rakyat masuk menjadi jajaran tim staf ahli Presiden ya, sehingga keputusan2 beliau tidak "city boys alike minded"🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s