Satgas Siaga Desa Jrakah Evakuasi 170 Warga yang Tertinggal

Boyolali (7/11). Evakuasi atas warga Desa Jrakah, Boyolali menyisakan banyak warga yang masih tertinggal. Sebagian warga dilaporkan masih bertahan di Desa Tumut, Bangunrejo, dan Windu.

Diantaranya, 170 warga yang kemarin berhasil dievakuasi tim Satgas Siaga Desa Jrakah. Proses evakuasi dilakukan sendiri oleh satgas yang mayoritas merupakan warga setempat. Sebagian yang masih tertinggal, rencananya akan dievakuasi lagi hari ini, dengan catatan jika situasi memungkinkan.

Dilaporkan pula, dua pasien yang kemarin siang berhasil dievakuasi ke RS Al Amin, keadaannya tidak tertangani dengan baik. Kondisinya masih terlantar meski sebenarnya membutuhkan penanganan dari tenaga kesehatan.

Dengan keadaan tersebut, tim satgas siaga desa Jrakah sebenarnya membutuhkan alat komunikasi dan pelayanan kesehatan segera.

Pelayanan Kesehatan Yakkum

Rumah Sakit Yakkum Panti Waluyo memulai pelayanan kesehatan di Barak Jatinom, Klaten. Pasien yang ditangani pada hari pertama pelayanan di Jatinom sebanyak 103 orang. Penyakit terbanyak yang diderita pengungsi di Jatinom adalah Gasitris (18 orang), ISPA (17), hipertensi (11 orang), Keju-Keju (15 orang), Conj (8 orang), kecelakaan (4 orang), lain-lain (23 orang).

Jumlah pengungsi sementara sebanyak 1878 orang dengan rincian sebagai berikut; Laki-laki 839 orang, perempuan (1037). Diantaranya terdapat balita (184), ibu hamil (14), Bayi (16), dan lansia (195). Ada pun korban kemarin dilaporkan meninggal pada saat evakuasi telah dimakamkan.

Kebutuhan di pengungsian yang sempat dicatat oleh tim Yakkum yang memonitor ke daerah tersebut diantaranya; obat tetes mata (300), makanan bayi (16 paket), tikar bayi (16 buah), sikat gigi (1500 buah), tenda untuk dapur umum (dua buah), selimut, dan MCK.

Tim kesehatan RSK Ngesti Waluyo harus ikut evakuasi bersama 900 pengungsi dan saat ini mengambil pos di barak SD Seloboro 1, Magelang. Di barak SD Seloboro 1 terdapat 495 orang, sementara sisanya masih didata dan dicari karena kemungkinan masih tertinggal. Menurut rencana, tim kesehatan RSK Ngesti Waluyo akan fokus di wilayah ini dan melakukan mobile clinic di area tersebut.

Dari Tlogolele, Magelang dilaporkan, tim kesehatan RS Sinar Kasih kehabisan obat-obatan dan meminta untuk segera disuplai. Mayoritas pengungsi Tlogolele yang ditangani tim kesehatan RS Sinar Kasih menderita sakit mata akibat debu.

(Dilaporkan Annanias, Daniel. Krisyatno, dr. Karman)

Powered by Telkomsel BlackBerry®

About oaseindisasters

Oase in Disaster - Yakkum Emergency Unit This blog is official blog of Yakkum Emergency Unit Member of ACT Alliance and Member of Humanitarian Forum of Indonesia. The contents of this blog covers the YEU's activities related to emergency responds activities in Indonesia. Currently, we are working in emergency respon in three different areas; to respond Wasior flash-flood affected people in Manokwari, West Papua, tsunami-Mentawai affected people in Mentawai, West Sumatera, and Merapi Volcano Eruption in Central Java and Yogyakarta. At the national level, we are coordinating within the network of Humanitarian Forum of Indonesia (HFI) and at the International level we're coordinating with Global Network for Disaster Reduction and ACT Alliance. Email: yeu@yeu.or.id Follow us in twitter @yeu2001 www.yeu.or.id www.actalliance.org www.humanitarianforumindonesia.org
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to Satgas Siaga Desa Jrakah Evakuasi 170 Warga yang Tertinggal

  1. yus says:

    segala macam bantuan akan sangat dibutuhkan bagi teman2 di pengungsian….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s