Bapak Lubian : Selalu, Masih ada Harapan (Bulakmonga, Mentawai)

Bapak_lubian_dan_ismilia

Selalu, Masih ada Harapan

 

“Ini Ismilia, anak saya.  Dia salah satu korban yang selamat dari Tsunami.” tutur seorang lelaki berusia pertengahan 30 tahunan sambil menggendong seorang bocah perempuan berumur sekitar 2 tahun.  Yang digendong hanya terdiam, sesekali dia menyembunyikan wajahnya dibalik dekapan sang ayah.  Mereka adalah pasien yang sedang mengantri untuk berobat di pelayanan kesehatan YEU di Bulakmonga (5/11).

 

Pak Lubian, itulah nama sang ayah.  Beliau adalah warga dusun Bulakmonga.  Pada saat gempa bumi dan tsunami menggoncang kepulauan mentawai, 25 Oktober 2010, istri dan anak semata wayangnya, Ismilia, sedang berada di rumah mertuanya di dusun Rua Monga.  Sementara dirinya, seorang diri berada di dusun Bulakmonga.

 

Cemas, itulah yang dirasakan Pak Lubian saat itu.  Bagaimana tidak, dusun Rua Monga terletak sangat dekat dengan laut.  Ingin rasanya segera menuju ke dusun Rua Monga, tapi gelapnya malam dan perjalanan sekitar 1 jam dengan menggunakan sampan menyusuri sungai membuat Pak Lubian harus bersabar.  Menunggu datangnya pagi, Pak Lubian tidak berhenti berdoa supaya seluruh keluarganya dapat selamat.

 

Pagi menjelang, Pak Lubian bersama beberapa warga yang lain segera mendayung sampan mereka menuju dusun Rua Monga.  Sesampainya disana, kondisi dusun Rua Monga telah hancur berantakan.  Takut dan panik menjalar disetiap bagian tubuhnya., namun Pak Lubian merasa yakin bahwa semuanya akan baik-baik saja. 

 

Di atas bukit, tak jauh dari lokasi pemukiman, Pak Lubian menemukan istrinya bersama dengan warga lain yang berhasil menyelamatkan diri.  Setelah memastikan istrinya dalam keadaan baik, Pak Lubian kemudian berusaha untuk mencari Ismilia. 

 

Diantara puing-puing bangunan rumah yang berserak, Pak Lubian mendengar suara tangisan. Tanpa dikomando, tubuhnya bergerak mendekati arah suara tersebut. Betapa beliau merasa lega, bahwa suara itu adalah tangisan putrinya yang selamat dari gelombang tsunami.

 

Kembali ke Dusun Bulakmonga, Pak Lubian merasa bersyukur diberikan kesempatan untuk dapat berkumpul kembali bersama keluarganya.  Walaupun saat ini kehidupan tidak seperti yang dulu lagi, Pak Lubian yakin selalu masih ada harapan bahwa semuanya akan  berjalan dengan baik. (Agnes)

Agnes Dewi
Information and Communication Officer
0813 – 10696110

YAKKUM Emergency Unit (YEU)
Jl. Syamratulangi Barat no. 18
Kampung Baru, Kota Pariaman

Telp & Fax : (0751) 91173

About oaseindisasters

Oase in Disaster - Yakkum Emergency Unit This blog is official blog of Yakkum Emergency Unit Member of ACT Alliance and Member of Humanitarian Forum of Indonesia. The contents of this blog covers the YEU's activities related to emergency responds activities in Indonesia. Currently, we are working in emergency respon in three different areas; to respond Wasior flash-flood affected people in Manokwari, West Papua, tsunami-Mentawai affected people in Mentawai, West Sumatera, and Merapi Volcano Eruption in Central Java and Yogyakarta. At the national level, we are coordinating within the network of Humanitarian Forum of Indonesia (HFI) and at the International level we're coordinating with Global Network for Disaster Reduction and ACT Alliance. Email: yeu@yeu.or.id Follow us in twitter @yeu2001 www.yeu.or.id www.actalliance.org www.humanitarianforumindonesia.org
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s