Info Mendesak Ekonomi Merapi

Wisma Nazareth – Paroki Banteng, Yogyakarta – 19/11/10 – 14:00 WIB. MetroTV hari ini (19/11) mengabarkan bahwa penduduk Selo, Boyolali yang sebelumnya makmur karena berkah Merapi terpaksa mengemis di jalanan. Mereka melakukan untuk mempertahankan hidup karena tidak lagi produktif sebagai dampak dari bencana letusan G.Merapi sejak 26 Oktober. Kecuali itu, pointer berikut adalah informasi dari dua sentra produksi berbeda, yaitu Srumbung di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, dengan produk salak varietas ekspor “Nglumut” (bukan varietas Salak Pondoh), dan Boyong, Hargobinangun, Sleman, Yogyakarta, penghasil susu sapi murni. Informasi lain tentang upaya pemulihan perekonomian susu sapi dari Boyong bisa dibaca pada artikel “Local Initiative for Livelihood Recovery”, sedangkan dampak yang diterima masyarakat Srumbung dari bencana Merapi dan upaya mereka untuk pulih akan kami posting dengan tajuk “Srumbung Elegies” atau “Nyanyian Sendu Srumbung”.

Srumbung, Magelang, Jawa Tengah:
1.    Terdapat 9 dari 17 desa di Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang penghasil salak varietas unggul “Nglumut” yang senantiasa Juara Pertama Lomba Produk Pertanian   Tk.Jateng;
2.    Berdasar informasi mantan Camat Srumbung, Ali Setyadi, kita bisa memperkirakan, dalam situasi normal potensi produk salak Kec.Srumbung bernilai US$ 14.583.333 per tahun dengan produksi 37.500 ton;
3.    Seluruh lahan salak di Srumbung rusak terdampak bencana letusan Merapi sejak 26 Oktober 2010. Kerusakan meliputi tangkai daun patah, pohon roboh, bunga dan buah rusak;
4.    Para petani salak yang berhasil ditemui sejauh ini menjelaskan tahapan yang akan mereka lakukan setelah letusan Merapi selesai adalah sbb:
a.    Jika dipandang masih akan bisa bertahan hidup, pohon tumbang akan diusahakan berdiri kembali;
b.    Buah salak yang masih baik di pohon akan dipanen dan diupayakan untuk dipasarkan;
c.    Tangkai-tangkai daun dari pohon yang bisa dipertahankan akan dipangkas agar memacu pertumbuhan tunas daun baru;
d.    Penanaman bibit pohon salak baru menggantikan pohon yang tidak tertolong;
e.    Intensifikasi pemupukan baik organik maupun non-organik sebagai bagian dari upaya pemulihan kebun salak;
f.    Diperkirakan pada 2,5 sampai dengan tiga tahun pertama, produktivitas salak akan beranjak pulih seperti sediakala dari keterpurukan pasca bencana yang nyaris samasekali tak berproduksi. 
5.    Seluruh tahapan pada butir #4 hanya akan bisa dilakukan jika ketersediaan air bersih dan listrik tercukupi di dusun masing-masing. Sebagian besar sistim air bersih di Srumbung rusak.

Boyong, Hargobinangun, Sleman, Yogyakarta
1.    Dusun Boyong adalah satu dari tiga dusun di Desa Hargobinangun penghasil susu sapi yang paling terdampak bencana letusan Merapi. Dua dusun lain adalah Ngepring dan Miripurwo. Sebagian besar peternak sapi perah di tiga dusun adalah anggota Koperasi Warga Mulia;
2.    Di Ds.Boyong, terdapat 105 peternak yang memelihara 302 sapi perah baik yang sudah diperah maupun yang belum dewasa atau “dara” dalam bahasa Jawa. Sebagian besar dari mereka memiliki sapi dengan cara gadhuhan, baik dengan perorangan maupun meng-gadhuh ke Koperasi Warga Mulia;
3.    Produksi susu sapi murni pada situasi normal dari Ds.Boyong adalah 800 liter per hari dengan harga jual petani kepada koperasi adalah Rp 2.750/liter, sementara selama masa bencana Merapi produksi merosot menjadi sekitar 250 liter per hari;
4.    Inisiatif pemerintah membeli sapi yang diungkap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pernah didengar oleh anggota maupun pengurus koperasi, namun sampai wawancara dilakukan mereka tidak mengetahui mekanisme terlebih realisasinya;
5.    Harian Kompas Minggu (14/11/10) melaporkan bahwa para pemilik sapi di seputar Merapi sudah mulai menjual hewan ternak mereka kepada para tengkulak yang berkeliling membeli dengan harga berkisar 50 s/d 60% dari harga normal. Para peternak terpaksa menjual karena tidak memiliki uang untuk mencukupi kehidupan selama dan sesudah masa pengungsian;
6.    Inisiatif lokal yang dilakukan oleh Koperasi Warga Mulia adalah melakukan tiga langkah pemulihan cepat:
a.    Mengevakuasi sapi anggota ke lokasi aman ke kandang milik koperasi di Cemoroharjo, baik dari rumah-rumah penduduk yang belum sempat dievakuasi maupun dari titik-titik evakuasi yang sudah ada;
b.    “Me-nalangi” (istilah yang dipergunakan Gunawan, Manajer Koperasi dan Danang, Ketua Koperasi) sapi dari para anggota yang bersedia ditalangi karena membutuhkan dana tunai. Untuk ini manajemen dan pengurus koperasi akan mencari sumber-sumber pendanaan di luar koperasi. Jika kelak sapi-sapi tersebut telah pulih dan pemilik menghendakinya kembali, maka akan diatur mekanisme pengembalian sapi dan pengembalian uang talangan;
c.    Melakukan upaya-upaya pemulihan kesehatan sapi agar secara bertahap bisa bertumbuh bagi yang belum berproduksi dan kembali berproduksi maksimal bagi sapi yang selama ini sudah bisa diperah. Pada tahap ini sekaligus memulihkan dan memelihara kembali jalur-jalur pemasaran susu sapi;
7.    Pemulihan ekonomi dari produksi susu sapi di Boyong, Ngepring dan Miripurwo oleh pengurus dan manajemen Koperasi Warga Mulia diperkirakan akan berlangsung antara 6 sampai dengan 12 bulan setelah upaya-upaya nyata pemulihan;
8.    Sumber dan sistim air bersih untuk Boyong rusak total. Penduduk hanya akan kembali ke rumah masing-masing jika air bersih kembali tersedia.
(Disiapkan oleh Abang Rahino untuk Yakkum Emergency Unit)

Abang Rahino
http://sanggarkertasyogya.blogspot.com/
Jl.Jurugsari III/35, Kaliurang Km 7,3, Yogyakarta 55283, Indonesia, Ph 62-274-668 3701, Cell: 0878 3997 1706

Sanggar Kertas, an idea for documentary films, animations, cartoons and feature writings

About oaseindisasters

Oase in Disaster - Yakkum Emergency Unit This blog is official blog of Yakkum Emergency Unit Member of ACT Alliance and Member of Humanitarian Forum of Indonesia. The contents of this blog covers the YEU's activities related to emergency responds activities in Indonesia. Currently, we are working in emergency respon in three different areas; to respond Wasior flash-flood affected people in Manokwari, West Papua, tsunami-Mentawai affected people in Mentawai, West Sumatera, and Merapi Volcano Eruption in Central Java and Yogyakarta. At the national level, we are coordinating within the network of Humanitarian Forum of Indonesia (HFI) and at the International level we're coordinating with Global Network for Disaster Reduction and ACT Alliance. Email: yeu@yeu.or.id Follow us in twitter @yeu2001 www.yeu.or.id www.actalliance.org www.humanitarianforumindonesia.org
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s