Rakyat Berdaya dan Siaga

Rakyat Berdaya dan Siaga

“Bukan pertama kali ini saja, mbak, kami mengumpulkan dana untuk menyumbang bencana yang terjadi di daerah lain,” begitu penjelasan Pak Gunadi, Pembina organisasi rakyat ‘Benjoo’ di Lueng mane, Desa Kuala Trang, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya. Selain dana Rp 2,003,500 yang mereka berhasil kumpulkan untuk Merapi dan diserahkan pada YEU, tahun lalu mereka juga mengumpulkan dana bantuan untuk Gempa Padang dan disumbangkan melalui PMI yang mereka tahu bekerja juga di sana. Organisasi rakyat Benjoo beranggotakan 12 orang termasuk Pak Gunadi. Namun demikian mereka bekerja sama dengan seluruh warga Lueng Mane Kuala Trang yang berjumlah 600 KK. “Kami pernah merasakan musibah tsunami yang luar biasa, bahkan anak sulung saya yang saat itu berusia 3 tahun meninggal diterjang bencana itu. Jadi kami ingin dapat sedikit meringankan beban sesama warga lain yang terkena bencana, karena kami juga sudah banyak dibantu,” terang Pak Gun saat ditanya apa yang memotivasi aksi bantuannya ini.

Selama ini organisasi rakyat dan warga Lueng Mane didampingi oleh YEU dengan program pengarusutamaan pengurangan risiko bencana. Tidak hanya mengurai kesiapsiagaan dengan pembentukan tim siaga bencana dan menyepakati jalur evakuasi dan titik kumpul aman, mereka juga memperkuat sumber pendapatan dan memperbaiki lingkungan sebagai langkah mitigasi risiko bencana. Mereka menanam cemara di muara sungai dan bersaksi bahwa nelayan-nelayan sungai meningkat penghasilannya karena jumlah dan kualitas ikan dan udang yang hidup di sungai itu semakin baik.  Demplot lahan pertanian 6 rantai (1 rantai = 625 m2) telah menghasilkan  6 ton pupuk kompos dan juga mensuplai pertanian palawija organik ke RS yang ada di kabupaten Nagan Raya.  Walaupun demikian Pak Gun mengakui pemasaran pupuk kompos hasil mereka belum begitu maksimal. “Selalu ada kesulitan untuk sesuatu yang baru,” ujarnya memaklumi.

Sebagai anggota JARI (Jaringan Rakyat Indonesia Berdaya dan Siaga), salah satu manfaat besar yang didapatkannya dari situ adalah pengetahuan dan informasi akan undang-undang dan kebijakan pemerintah. “Ibaratnya bertemu macan, kami harus siap dengan pengetahuan akan undang-undang dan peraturan mengenai hak kami. Kami menjadi didengar oleh bapak-bapak di Dinas Pertanian, Dinas Perikanan dan lain-lain termasuk partai politik, “akunya dengan bangga. “Sebelum ikut JARI, dana BANDES (bantuan desa) kami selalu tidak dapat, kami merasa dianaktirikan. Tapi setelah diberi informasi tentang undang-undang, kami tahu hukumnya dan lebih percaya diri. Sekarang kami sudah bisa mengakses dana untuk pertanian berupa 6,7 ton pupuk. Bahkan sekolah pertanian yang ada di sini sekarang prakek kuliah di tempat kami. Selain itu, kami diminta juga melatih teman-teman petani di Planteu.”  Ketika ditanyakan apa strategi dasar ORA agar programnya berkembang dan bermanfaat untuk lingkungan yang lebih luas, Gunadi dengan yakin menjelaskan, “dalam setiap pertemuan forum desa bulanan, saya selalu menekankan pentingnya kita saling mendukung. Beberapa program kami gabungkan dengan program pemerintah agar ORA dapat berlanjut karena dana kami juga sangat terbatas.” Agaknya itulah strategi keberlanjutan mereka, bersinergi dengan program pemerintah.  

Sambil meneguk teh hangat manis, dia menyampaikan harapan, “kami perlu pendampingan berlanjut  dari JARI, mbak, pelatihan tentang undang-undang yang ada, karena itu menambah pengetahuan kami. Jika ada pertemuan dengan koordinator regional, kami berharap informasinya sampai kepada anggota-anggota yang lain karena  saat ini informasi semacam itu belum terlalu aktif disampaikan oleh koordinator di wilayah ini.” Dia menambahkan harapan kecil, “apakah memungkinkan ada semacam identitas atau seragam dari JARI agar saat kami melakukan penggalangan dana bencana, aksi kami dipandang legal, tidak liar.”

Saat saya pamitan dan beranjak meninggalkan Leung Mane di dini hari itu, desa yang tertata rapi ini menunjukkan geliat kehidupan. Terlihat beberapa papan petunjuk jalur evakuasi yang terpasang jelas dengan arah menjauhi garis pantai yang terletak kurang lebih 1-2 km dari desa tersebut. Setelah sekian malam yang resah akan penanganan bencana Merapi (dan bencana-bencana lain di negeriku) yang kurang percaya pada kekuatan rakyat, saya sedikit merasa lega.  Masih ada harapan untuk utopia ini.  Masih ada bukti rakyat berdaya dan siaga.

Terima kasih Pak Gun, ORA Benjoo dan teman-teman pendamping lapangan.  Saya akan bawa kabar harapan ini ke Yogya.

Arshinta /YEU/24 Nov 2010 

 

 

 

Sumbangan_merapi_2010_180Sumbangan_benjoo_lueng_mane

About oaseindisasters

Oase in Disaster - Yakkum Emergency Unit This blog is official blog of Yakkum Emergency Unit Member of ACT Alliance and Member of Humanitarian Forum of Indonesia. The contents of this blog covers the YEU's activities related to emergency responds activities in Indonesia. Currently, we are working in emergency respon in three different areas; to respond Wasior flash-flood affected people in Manokwari, West Papua, tsunami-Mentawai affected people in Mentawai, West Sumatera, and Merapi Volcano Eruption in Central Java and Yogyakarta. At the national level, we are coordinating within the network of Humanitarian Forum of Indonesia (HFI) and at the International level we're coordinating with Global Network for Disaster Reduction and ACT Alliance. Email: yeu@yeu.or.id Follow us in twitter @yeu2001 www.yeu.or.id www.actalliance.org www.humanitarianforumindonesia.org
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to Rakyat Berdaya dan Siaga

  1. Rahino says:

    Wah hebat bu Arshinta langkah yang diambil saudara2 di Ora Benjoo, Luang Manee! Terimakasih banyak ceritanya yang touching, membawa memori saya pada Kuala Trang-Lueng Manee dan masyarakatnya di Aceh Barat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s