Tanggapan terhadap Testimoni Digital Prayer 4 Merapi-Ibu Anna anggadewi

Kepada Yth

Dra. Anna Anggadewi S.Psi.(Spiritual Psychologist)Relawan SOS Yogyakarta

Di tempat

 

Mencermati testimoni yang Ibu Anna sampaikan tentang Digital Prayer 4 Merapi, maka kami ingin memberikan klarifikasi.

Pertama-tama kami memahami bahwa pesan utama testimoni tersebut adalah apresiasi Ibu terhadap lagi-lagu Digital Prayer 4 Merapi. Jika sebatas pesan utama ini, kami bisa memahami, karena kami mempunyai apresiasi yang sama walaupun belum sepenuhnya. “Belum sepenuhnya” ini karena untuk sampai pada sebuah kesimpulan, kami terbiasa harus mengkajinya secara cermat melalui proses yang bisa dianggap valid, terukur, teruji dan berdasarkan fakta.

 

Sebagai informasi, penyintas di Posko Sinduharjo sudah mengetahui rencana kepindahan ke Balai Desa Sinduharjo beberapa hari sebelumnya karena selama ini  mereka kami libatkan secara aktif dalam setiap rincian rencana apapun di barak pengungsian sejak awal. Keterlibatan itu termasuk dalam hal pengambilan keputusan, dialog dengan berbagai pihak dan proses keseharian. Lokasi kepindahan di Balai Desa Sinduharjo juga merupakan pilihan penyintas. Bapak-bapak, ibu-ibu, dan pemuda dari penyintas bergotong royong untuk membersihkan, membuat MCK, menata ruang dalam dan luar, serta membagi tugas untuk kenyamanan bersama. Penyintas terlibat termasuk memecahkan masalah dan menentukan pilihan apalagi yang terkait dengan kehidupan mereka selanjutnya. Untuk diketahui, posko ini dikelola bersama oleh Koordinator Barak dan Tim dari penyintas, para relawan dan YEU.

Proses perpindahan pada tanggal 28 November 2010 dimulai pada jam 12.00 WIB, di mana sebelumnya sudah ada relawan dan penyintas yang bersiap di tempat baru untuk melancarkan proses perpindahan. Sebelum perpindahan sudah disosialisasikan kepada seluruh penyintas mengenai pembagian area berdasarkan barak masing-masing, dengan pertimbangan para penyintas tidak akan tercerai berai sehingga sistem sosial yang sudah terbangun selama mengungsi satu bulan tetap terjaga dan koordinator barak yang adalah penyintas dapat dengan mudah melanjutkan pengorganisasiannya sekalipun berpindah-pindah tempat.  Para relawan dan tim penyintas mengatur agar penyintas dapat menempati sesuai area baraknya masing-masing dan para kelompok rentan mendapatkan tempatnya. Pad saat penyintas sampai di Posko, kasur dan tikar telah tertata rapi, maka setelah perpindahan penyintas dapat menata diri dan beristirahat dengan mudah, selanjutnya penyintas sudah makan di tempat mereka masing-masing. Proses kepindahan 337 orang selesai sekitar jam 13.30 WIB. Untuk pemasangan sound system pemutar lagu dipasang ketika penyintas sudah mendapat tempat masing-masing dan sudah pada posisi selesai menata tempatnya masing-masing. 

Jika Ibu Anna menyampaikan bahwa ”Sesaat setelah lagu Merapi Tentrem terdengar situasi yang tadinya tegang pun mereda. Beberapa pengungsi mulai merebahkan diri mereka & terlihat rileks. Beberapa bahkan dengan mudahnya mengajak anak/cucu mereka berbaring & jatuh tertidur lelap…”, maka perlu dikaji lebih lanjut apakah betul penyintas tegang dan apakah penyintas tertidur akibat mendengarkan lagu atau karena terlalu lelah. Penyintas di Posko Sinduharjo sejak mengungsi dari Desa Boyong pada tanggal 26 Oktober 2010, sudah mempunyai pengalaman berpindah selama 3 kali. Kami melihat bahwa setiap kali selesai proses perpindahan, rasa lelah melanda dan mereka biasanya tertidur setelah situasi memungkinkan. Ini pola perilaku yang wajar, yang pada umumnya dilakukan kebanyakan orang, lebih-lebih mereka yang baru saja melakukan perpindahan.  

 

Apabila terlihat oleh Ibu Anna bahwa ”pengurus posko pengungsian yang kerepotan mengkoordinir kegiatan bersama dari berbagai kelompok relawan yang datang” memang betul. Hal itu terjadi karena kedatangan relawan baru dengan segala kegiatannya tidak sesuai dengan koordinasi dengan kami sebelumnya. Kami harap Ibu dapat memahami bahwa mengurus barak pengungsian harus senantiasa berkoordinasi bahkan untuk kegiatan sedetil apapun. Misalnya, melakukan pembagian makanan atau hadiah-hadiah lain secara langsung kepada penyintas tanpa koordinasi, bisa mendatangkan permasalahan besar, bukan untuk si pemberi tapi untuk kami yang setiap detik berhadapan dengan mereka.  

 

Jika Ibu Anna mengatakan suasana  di Posko Sinduharjo ‘chaotic’ & terasa sangat tegang dan cenderung ‘stressful’, kami mohon Ibu bisa memberitahukan kepada kami lokasi barak lain yang tidak sangat tegang dan stressful sehingga kami dapat mengunjungi dan belajar ke tempat tersebut. Kami selalu mencari kesempatan belajar untuk menjadi lebih baik.

 

Kami yakin Ibu Anna bermaksud baik ketika menuliskan testimoni tersebut, namun mohon terlebih dahulu dapat mencermati isi testimoni tersebut  sebelum diunggah ke ranah publik sehingga tidak menimbulkan salah tafsir bagi yang membacanya. Kami paham bahwa sebagian besar orang yang datang berkunjung ke kamp pengungsian akan sekilas cenderung melihat penderitaan, kesulitan, dan kelelahan para penyintas dan relawan, tapi kami berharap Ibu juga dapat melihat bahwa para penyintas adalah orang-orang yang tangguh, tidak manja, berdaya, mau bergotong royong dan mampu mengorganisir diri mereka sendiri untuk kenyamanan dan masa depan hidup mereka. Kami yakin pula bahwa niat tulus kita bersama untuk menolong penyintas Merapi mempunyai tujuan yang sama yaitu mendorong penyintas untuk bangkit dan mandiri.

 

Yogyakarta,30 November 2010

 

Hormat kami,

dr. Sari Mutia Timur, M. Nur

Penanggung jawab Posko Sinduharjo, staff YAKKUM Emergency Unit

 

About oaseindisasters

Oase in Disaster - Yakkum Emergency Unit This blog is official blog of Yakkum Emergency Unit Member of ACT Alliance and Member of Humanitarian Forum of Indonesia. The contents of this blog covers the YEU's activities related to emergency responds activities in Indonesia. Currently, we are working in emergency respon in three different areas; to respond Wasior flash-flood affected people in Manokwari, West Papua, tsunami-Mentawai affected people in Mentawai, West Sumatera, and Merapi Volcano Eruption in Central Java and Yogyakarta. At the national level, we are coordinating within the network of Humanitarian Forum of Indonesia (HFI) and at the International level we're coordinating with Global Network for Disaster Reduction and ACT Alliance. Email: yeu@yeu.or.id Follow us in twitter @yeu2001 www.yeu.or.id www.actalliance.org www.humanitarianforumindonesia.org
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s