Manatra Kaleleu … Lutut Kaleleu…..

Manatra Kaleleu … Lutut Kaleleu…

Posted by ditakecil

(Sikakap, 4 November 2010) Melalui jalan darat, mungkin itu, adalah alternatif terbaik yang bisa Tim YEU coba untuk menembus dusun Muntai Baru-baru, Desa Betumonga, Kecamatan Pagai Utara.  Desa Muntai Baru-baru adalah salah satu lokasi yang parah terkena tsunami.  Kondisi cuaca yang sangat tidak bersahabat di lautan, membuat banyak perahu dan kapal yang berbalik arah tidak sanggup melanjutkan perjalanan.

Dari Kecamatan Sikakap kami menuju Dusun Bulakmonga, Desa Taikako dengan menggunakan kendaraan beroda dua.  Kondisi jalan masih beraspal, bahkan sebenarnya bisa dilewati oleh kendaraan roda empat bila jembatan penghubung antara dusun Havea dengan dusun Nem-Nem tidak putus.

Hanya 15 menit kami merasakan jalan aspal yang nyaman, 25 menit berikutnya kami harus melalui jalan tanah setapak yang licin dan berlumpur.  Sesampainya di dusun Bulakmonga, perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan sampan kecil menyusuri sungai Bulakmonga Tirik.

Di penghujung sungai, sampan kami rapatkan dan kemudian kami berjalan menaiki gunung Mulalak, yang artinya Gunung berenang, karena terletak ditengah laut.  Pendakian ternyata tidaklah mudah.  Bertapak pada batu-batu kali yang licin dan berlumut, kami mendaki di aliran sungai.  Ternyata masih ada lagi rintangan yang harus kami hadapi setelah berhasil melewati sungai. 

Hujan yang terus mengguyur kami sepanjang perjalanan membuat perjalanan naik ke gunung semakin sulit, jalan yang kami lalui adalah tanah yang berlumpur.  Entah berapa kali sepatu boot kami, masuk kedalam lumpur.  Berpegang pada tanaman atau akar tumbuhan yang ada dipinggir jalan, membantu kami berjalan seimbang.  Menatra Keleleuh, kata pemandu jalam kami, pemuda asli Mentawai, yang artinya menaiki gunung.  

Sudah lebih dari satu jam kami berjalan, kami sampai di puncak gunung.  Walaupun terlindung dengan jas hujan, pakaian kami tetap basah oleh keringat yang terus menetes.  Namun, perjalanan masih setengah jalan, kami masih harus berjalan menuruni bukit untuk dapat sampai ke lokasi.

Lutut..lutut..lutut.. maksudnya adalah perjalanan turun..turun..turun..  Walaupun tidak terengah-engah seperti saat kami mendaki, perjalanan menuruni gunung juga tidak mudah.  Jalan tanah sangat licin, bahkan dibeberapa tempat kemiringan mencapai 60%.  Bila tidak berhati-hati, bukan tidak mungkin kami dapat terjatuh kedalam hutan.

Semua rasa lelah terbayar sudah ketika kami melihat tenda pengungsian warga dusun Muntai.  Kami bersiap untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada para pengungsi.  Walaupun terbayang sudah perjalanan pulang kami. Mendaki gunung dan menuruni gunung…  Manatra Kaleleu … Lutut Kaleleu…(Agnes)

Posterous is the place to post everything. Just email us.

About oaseindisasters

Oase in Disaster - Yakkum Emergency Unit This blog is official blog of Yakkum Emergency Unit Member of ACT Alliance and Member of Humanitarian Forum of Indonesia. The contents of this blog covers the YEU's activities related to emergency responds activities in Indonesia. Currently, we are working in emergency respon in three different areas; to respond Wasior flash-flood affected people in Manokwari, West Papua, tsunami-Mentawai affected people in Mentawai, West Sumatera, and Merapi Volcano Eruption in Central Java and Yogyakarta. At the national level, we are coordinating within the network of Humanitarian Forum of Indonesia (HFI) and at the International level we're coordinating with Global Network for Disaster Reduction and ACT Alliance. Email: yeu@yeu.or.id Follow us in twitter @yeu2001 www.yeu.or.id www.actalliance.org www.humanitarianforumindonesia.org
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s