GELIAT KEBERSAMAAN DALAM NAUNGAN PENGUNGSIAN

Diskusi_pemb_wc_sirahan

Sebuah bangunan rumah kuno berukuran 8 x 12 meter persegi telihat penuh sesak oleh 67 keluarga yang terdiri atas 258 orang. Semua orang tidur beralaskan tikar dan tidak berselimut, tidak terkecuali para lansia, ibu hamil dan balita. Pada malam Selasa (11/1), mereka memutuskan untuk pindah pengungsian setelah 2 hari sebelumnya menempati lokasi masjid.

Mereka adalah warga dusun Gebayan, yang terletak di desa Sirahan, kecamatan Salam, Kabupaten Magelang. Rumah mereka tepat berada di bantaran Kali Putih yang dilalui aliran lahar dingin, sebagai dampak sekunder dari bencana erupsi gunung Merapi. Rumah mereka tidak mengalami kerusakan, tetapi dalam posisi terancam karena berdekatan dengan 7 dusun tetangga yang sudah terlebih dahulu terendam pasir. Sampai detik terjadinya banjir lahar dingin (9/1) hingga saat mereka di pengungsian, belum ada informasi maupun instruksi dari pihak terkait untuk mengungsi; ditilik dari lokasi dusun, mereka termasuk dalam kawasan rawan terdampak aliran lahar.

Kondisi di pengungsian cukup memprihatinkan; kamar mandi yang tersedia hanya 1 unit, penerangan terbatas, genteng bocor yang memaksa penyintas tidur berhimpit ketika hujan datang. Penyintas memutuskan tetap bertahan di bangunan rumah kuno milik Kepala Desa Tersan Gede karena pengungsian yang disediakan pemerintah sudah penuh dan tidak dapat menampung penyintas dari dusun Gebayan. Situasi demikian tentu berpengaruh pada kesehatan para penyintas. Pada hari Rabu (12/1) YEU melakukan pelayanan kesehatan kepada penyintas tersebut.

Menjelang 2 minggu di pengungsian Tersan Gede, belum ada informasi dari pemerintah akan kejelasan tempat penampungan yang layak. Penyintas berinisiatif pindah ke lapangan yang terletak sekitar 1 KM dari lokasi sebelumnya dengan harapan mendapatkan lokasi pengungsian yang lebih nyaman. Saat ini mereka menempati tenda, di mana 1 tenda ditinggali 1 keluarga.

Kondisi tampak lebih baik, tapi kebutuhan air bersih dan sanitasi belum sepenuhnya ada. YEU berkoordinasi dengan penyintas dan menyepakati kerja sama dalam penyediaan WC sementara sebanyak 10 unit dan 1 tempat penampungan air bersih. YEU menyediakan material, dan penyintas berkontribusi tenaga tukang, peralatan tukang, dan beberapa material lokal seperti bambu. Bapak-bapak dan para pemuda bergotong-royong dalam pembangunan WC sementara, sedangkan ibu-ibu menyediakan makan siang dan camilan seadanya. Peran para ibu tidak berhenti sampai memasak saja, mereka antusias dalam diskusi mengenai aturan-aturan pengungsian untuk menjamin keamnan, kemudahan akses, kebersihan dan ketertiban posko; hal-hal yang selama ini terlewatkan dan tidak terpikirkan oleh kelompok pria karena kesibukan pembangunan tenda dan WC sementara.

Sekarang mereka meninggali tenda yang terasa panas di siang hari dan bergelut dengan dingin di kala malam, tetapi hal ini tidak memupuskan semangat mereka untuk menata  kembali hidup yang sempat terpuruk karena banjir lahar. Walau mereka telah “pindah” dari dusun asal, mereka tetap memegang teguh prinsip sosial semula, untuk tetap menjalankan aturan dan budaya selayaknya di dusun Gebayan seperti pengajian setiap malam Jumat, gotong royong dan rembug warga. “Meskipun tinggal di barak dan belum ada kepastian, tapi kami harus lebih semangat dalam menjalani hidup”, ujar salah satu Ketua RT dusun. (RAH/AMT)

 œ


Be content with what you have; rejoice in the way things are. When you realize there is nothing lacking, the whole world belongs to you” (Lao Tze)

About oaseindisasters

Oase in Disaster - Yakkum Emergency Unit This blog is official blog of Yakkum Emergency Unit Member of ACT Alliance and Member of Humanitarian Forum of Indonesia. The contents of this blog covers the YEU's activities related to emergency responds activities in Indonesia. Currently, we are working in emergency respon in three different areas; to respond Wasior flash-flood affected people in Manokwari, West Papua, tsunami-Mentawai affected people in Mentawai, West Sumatera, and Merapi Volcano Eruption in Central Java and Yogyakarta. At the national level, we are coordinating within the network of Humanitarian Forum of Indonesia (HFI) and at the International level we're coordinating with Global Network for Disaster Reduction and ACT Alliance. Email: yeu@yeu.or.id Follow us in twitter @yeu2001 www.yeu.or.id www.actalliance.org www.humanitarianforumindonesia.org
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s