Sedih dengan Tertawa

Sedih_dengan_tertawa

Terasa sedih mendengar cerita ibu-ibu Sabegunggung menceritakan kisah mereka pada saat tsunami. Ada yang tersangkut diatas pohon bambu, ada yang tanpa sehelai kainpun. Cerita yang disampaikan pun terkemas dalam tawa namun sejatinya tampak memendam rasa sedih, duka yang teramat mendalam karena sebagian  besar ibu-ibu Sabegunggung kehilangan anak-anak yang mereka cintai.
Cerita diawali dengan pertanyaan yang saya lontarkan dengan sangat hati-hati kepada ibu-ibu tentang kejadian tsunami yang mereka alami “apa yang terjadi pada saat tsunami menghantam kampung ibu?” Mendengar pertanyaan saya, serempak suasana agak membisu, beberapa ibu tampak berpikir namun beberapa ibu berbisik pelan dengan menggunakan bahasa yang tidak saya mengerti, suasana ini sempat membuat saya semakin menunjukan ekspresi bahwa saya peduli dan mengerti apa yang mereka alami. Namun tidak begitu lama, ekspresi ibu-ibu berubah dengan senyum dan tertawa lebar. Ade Irma, seorang ibu berusia 19 tahun yang kehilangan 2 anak berusaha bercerita dengan bahasa indonesia yang terbata-bata,
“Rumah kami lebih jauh dari rumah ibu saya, dan pada saat kejadian malam itu, kedua anak saya sedang pergi ke rumah nenek untuk menemani tidur  sedangkan saya dengan anak balita dan suami saya berada dirumah. Gempa datang dan setelah 10 menit disusul dengan suara gemuruh, tak lama terdengar teriakan air-air. Semua orang panik, saya menggendong kencang bayi saya dan kami bertiga melangkah keluar untuk lari ke tempat yang tinggi. suami saya berusaha kerumah mama untuk  menjemput mereka bertiga, namun waktu seolah tidak mengijinkan, karena arus air terlalu kencang dan kami bertiga harus berjuang melawan ombak pertama yang besar. Ibu dan anak-anak saya berusaha bertahan memanjat pohon kelapa, namun ombak yang datang disertai dengan kayu-kayu pohon dan kayu-kayu rumah, akhirnya mereka bertiga tidak mampu bertahan, pegangan mereka terlepas dan ombak yang datang menghempas mereka entah kemana “.
Pertanyaan saya selalu direspon dengan jawaban singkat dan tanpa penjelasan yang panjang. Jawaban yang disampaikan memberikan peluang bagi saya untuk terus bertanya dan menunjukan pada para ibu bahwa saya sangat memahami apa yang mereka alami hingga tanpa sadar jawaban singkat dan sekedarnya menjadi panjang dan mempengaruhi yang lain. Pembicaraan menjadi sambung-menyambung dan cukup membingungkan saya karena ibu-ibu bercerita tanpa tahu siapa yang mendengarkan cerita mereka. Ibu-ibu bercerita bersamaan sehingga sulit untuk mendengarkan setiap cerita. Ekspresi ketegangan dan tawa bercampuk aduk bahkan mereka saling menertawakan hingga suasana semakin ramai dan tak terkendali bahkan seorang bapak yang mendengar, menyambung cerita dari balik rumah yang hanya dibatasi dengan triplek. Suasana ini sangat melegakan saya karena saat ini saya melihat ibu-ibu dengan bebas menceritakan apa yang mereka alami walaupun pada kenyataannya ekspresi dan cerita yang disampaikan tidak sejalan tetapi bagi saya , suasana yang mereka alami sangat membantu dalam proses memulihan dari pengalaman kedukaan yang mereka alami.
(erni/prasetio/2011)

About oaseindisasters

Oase in Disaster - Yakkum Emergency Unit This blog is official blog of Yakkum Emergency Unit Member of ACT Alliance and Member of Humanitarian Forum of Indonesia. The contents of this blog covers the YEU's activities related to emergency responds activities in Indonesia. Currently, we are working in emergency respon in three different areas; to respond Wasior flash-flood affected people in Manokwari, West Papua, tsunami-Mentawai affected people in Mentawai, West Sumatera, and Merapi Volcano Eruption in Central Java and Yogyakarta. At the national level, we are coordinating within the network of Humanitarian Forum of Indonesia (HFI) and at the International level we're coordinating with Global Network for Disaster Reduction and ACT Alliance. Email: yeu@yeu.or.id Follow us in twitter @yeu2001 www.yeu.or.id www.actalliance.org www.humanitarianforumindonesia.org
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s