MENGURAI MENTAWAI MEI 2012 : BUKAN (KARENA) KEMPES

MENGURAI MENTAWAI 2 :

 “BUKAN KEMPES”

 

Perjalanan ke desa Silabu sejauh 30 kilometer-an akan kami tempuh hari ini. Info yang kami dapat: kondisi jalan tidak semulus jalan aspal, menembus hutan, di beberapa tempat jalan licin dan berlumpur dan sepanjang perjalanan tidak bakalan ditemukan sinyal hand phone. Segala perlengkapan sudah dipersiapkan. Mulai bekal logistik sampai kebutuhan sepeda motor.

 

Kami ber-enam (mbak Susi, pak Broto, Elvi, dik Muryadi, mas Dion dan saya) berangkat bersama agar semua mengenal kondisi awal pra kegiatan. Tiga sepeda motor YEU dioperasikan. Satu ‘trail’ dalam kondisi paling prima pasca ‘service’ di Padang dan dua ‘bebek’ yang masih diragukan kehandalannya. Ke dua ‘bebek’ ini sengaja dibawa untuk menilai kondisi mesin maupun badan motor dalam medan yang akan menjadi rute rutin pelayanan kami, semacam ‘test-drive’. Sesuai rekomendasi mas Dion dan dik Muryadi yang paling faham kondisinya, ke duanya hanya boleh dikendarai tanpa pembonceng. Dengan demikian dibutuhkan satu sepeda motor lagi yang siap berboncengan. Dengan beberapa pertimbangan, salah satunya adalah perlunya seorang pemandu jalan, disepakati sewa dua sepeda motor plus pengojeknya.

 

Jam delapan kurang seperempat, kami berangkat. Motor ‘bebek’ ojek pertama (bang Indra sebagai pemandu jalan) diboncengi mbak Susi. Motor ‘bebek’ ojek ke dua (bang Rozi) diboncengi Elvi. Saya membonceng ‘trail’ yang dikendarai dik Muryadi sementara ‘bebek’ pertama dikendarai mas Dion dan satunya pak Broto.

 

Perjalanan baru menempuh sekitar 2 kilometer ketika motor ojek bang Indra yang diboncengi mbak Susi mendadak berhenti. “Ban-nya bocor”, pikirku. Tampak sekali ban belakang kempis tanpa udara. Dengan sigap, bang Indra membuka ban dalam. Wow ….., ternyata ban dalam bukan hanya bocor namun robek belasan sentimeter. Segera ban diganti ban cadangan yang baru. Seperempat jam menunggu, kesabaran diuji.

Agaknya berat badan mbak Susi yang cukup ‘aduhai’ menjadi penyebab robeknya ban motor bang Indra. Akhirnya ada perubahan pembonceng. Mbak Susi mbonceng ‘trail’ yang dikemudikan dik Muryadi sedangkan saya membonceng motor bang Indra. Perjalanan-pun dilanjutkan. Ujian pertama, lolos! (Mas Hend)

About oaseindisasters

Oase in Disaster - Yakkum Emergency Unit This blog is official blog of Yakkum Emergency Unit Member of ACT Alliance and Member of Humanitarian Forum of Indonesia. The contents of this blog covers the YEU's activities related to emergency responds activities in Indonesia. Currently, we are working in emergency respon in three different areas; to respond Wasior flash-flood affected people in Manokwari, West Papua, tsunami-Mentawai affected people in Mentawai, West Sumatera, and Merapi Volcano Eruption in Central Java and Yogyakarta. At the national level, we are coordinating within the network of Humanitarian Forum of Indonesia (HFI) and at the International level we're coordinating with Global Network for Disaster Reduction and ACT Alliance. Email: yeu@yeu.or.id Follow us in twitter @yeu2001 www.yeu.or.id www.actalliance.org www.humanitarianforumindonesia.org
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s