MENGURAI MENTAWAI MEI 2012 : REM KAKI

MENGURAI MENTAWAI 4 :

 “REM KAKI”

 

Seusai makan, kami sepakati kembali ke base camp di Sikakap. Sebelum beranjak, kami berkemas membenahi area bekas kami makan (role model PHBS harus kami terapkan supaya tidak dibilang ‘jarkoni’). Sebuah sepeda motor berhenti di dekat kami berkumpul. Seorang bapak memboncengkan seorang anak laki-laki. Saya mengira mesin motornya sengaja dimatikan demi menghormati kami yang sedang bergerombol nyaris memenuhi badan jalan yang sempit. Kami mempersilakannya lewat namun koq lama tidak dilakukannya. Tatkala sang bapak men-starter dengan kakinya, mesin tidak hidup. Bang Indra (abang ojek yang setia antar tim YEU) turun tangan men-setting sekrup bukaan udara dan bahan bakar. Mesin hidup!

 

Saat mesin di-stel, tanpa sengaja kami tahu jika motor ini ternyata tanpa rem kaki. Agaknya perjalanan dari rumahnya di dusun Maguiru sampai Sikakap yang berjarak sekitar 30 kilometer, akan dia tempuh hanya mengandalkan rem tangan. Bukan main! Sangat berani atau nekad, pikirku. Padahal jalan yang akan kami tempuh harus naik-turun hutan, licin, berkelok dan sangat rawan bahkan dengan sepeda motor baru sekali-pun.

 

Kami menawarkan memboncengkan anaknya di motor mas Dion atau pak Broto yang sedang ‘test-drive’. Tanpa alasan yang jelas, tawaran kami ditolaknya. Akhirnya rombongan kami sepakat menempatkan di posisi belakang motor bapak ini supaya bisa ikut memantau sepanjang perjalanan.

 

Saya amati laju motor sang bapak sangat kencang. Menurut-ku ada dua kemungkinan. Pertama, karena dia sudah sangat mengenal medan; kedua, dia berhemat dengan rem tangannya yang akan dipakainya hanya dalam kondisi sangat mendesak. Beberapa kali, terutama di jalan becek dan berlumpur, tampak ke dua tungkai sang bapak seperti berfungsi menjaga keseimbangan sekaligus menjadi rem cadangan.

 

Puji Tuhan, akhirnya kami (dan juga sang bapak) berhasil sampai Sikakap dengan selamat. Demi masa depan anaknya (belakangan saya ketahui bernama: Irwan), yang akan diantarnya ke tempat kost untuk sekolah SMP di Sikakap, sang bapak rela mempertaruhkan segalanya termasuk keselamatannya bersepeda motor tanpa rem kaki. (Mas Hend)

 

About oaseindisasters

Oase in Disaster - Yakkum Emergency Unit This blog is official blog of Yakkum Emergency Unit Member of ACT Alliance and Member of Humanitarian Forum of Indonesia. The contents of this blog covers the YEU's activities related to emergency responds activities in Indonesia. Currently, we are working in emergency respon in three different areas; to respond Wasior flash-flood affected people in Manokwari, West Papua, tsunami-Mentawai affected people in Mentawai, West Sumatera, and Merapi Volcano Eruption in Central Java and Yogyakarta. At the national level, we are coordinating within the network of Humanitarian Forum of Indonesia (HFI) and at the International level we're coordinating with Global Network for Disaster Reduction and ACT Alliance. Email: yeu@yeu.or.id Follow us in twitter @yeu2001 www.yeu.or.id www.actalliance.org www.humanitarianforumindonesia.org
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s