Sosio-Pastoral – (Relevansi pendekatan praktis pastoral dengan konteks Lokal)

Sosial Masyarakat

Masyarakat Lhokpuuh di Aceh Utara dapat menerima kenyataan kehilangan orang-orang yang mereka cintai dalam peristiwa konflik TNI-GAM dan Gempa -Tsunami tahun 2004 sebagai suatu takdir. Pemahaman tentang takdir membantu masyarakat untuk merelakan atau mengiklhaskan semua pengalaman kedukaan yang mereka alami. Peristiwa yang mereka alami merupkan ijin Tuhan. Setiap orang memiliki takdir yang berbeda-beda dan jika saat ini masih diberikan kesempat untuk menikmati hidup berarti Tuhan sudah mentakdirkan semua seperti itu.

Tidak jauh berbeda dengan masyarakat Jogyakarta, peristiwa gempa bumi tahun 2006 meninggalkan kesedihan yang mendalam namun bagi mereka, persaan Nrimo menjadi kekuatan untuk menerima pengalaman kedukaan yang mereka alami.

Pengalaman ini harus diterima dengan lapang dada dan apa adanya, namun hal ini sedikit berbeda dengan masyarakat Munte Baru-baru di Mentawai yang sangat sulit menceritakan peristiwa kehilangan anggota keluar kepada orang lain karena dianggap tabu. Menanyakan nama anggota keluarga yang hilang atau menanyakan jumlah keluarga yang hilang merupakan pertanyaan yang berat dan melukai perasaan sehingga pengalaman duka seberat apapun akan dialami sendiri tanpa orang lain harus tahu.

Lain halnya dengan masyarakat Wondama di Papua Barat, peristiwa banjir bandang tahun 2010 merupakan teguran kepada manusia untuk menjaga alam yang merupakan warisan nenek moyang. Pengalaman kehilangan merupakan pengingat bagi semua orang untuk kembali mengintropeksi diri dan menghargai semua sumber daya yang disediakan alam bagi masyarakat, tanah dan kekayaan alam adalah “mama” bagi masyarakat Papua secara umum.

Keempat komunitas diatas menjelasakan setiap masyarakat memiliki karakteristik yang berbeda-beda dalam memandang dan memaknai sebuah peristiwa kedukaan. Budaya dan kepercayaan sangat mempengaruhi cara pandang dan pemahaman suatu masyarakat tentang pengalaman kedukaan. Pemahaman tentang takdir, nrimo, teguran dari Tuhan merupakan bukti bahwa budaya dan kepercayaan tidak dapat dipisahkan, keduanya telah melebur menjadi budaya baru. Budaya tidak bisa dipahami tanpa memahami kepercayaan setempat, demikian juga sebaliknya kepercayaan tidak bisa dipahami tanpa memahami budaya sebab kedua hal ini sangat berhubungan erat sehingga Jika ingin memahami sebuah masyarakat maka perlu memahami sosial masyarakat yaitu memahami budaya dan kepercayaan setempat.

Sosio Pastoral

Kepercayaan dan budaya sudah dimiliki masyarakat bertahun-tahun, berproses dan berkembang, mengalami benturan dan kemudian mengalami penyesuaian membentuk sebuah mekanisme sosial dalam menyelesaiakan masalah-masalah sosial termasuk rasa duka dan kehilangan. Mekanisme sosial tersebut merupakan inkluturasi dari kepercayaan dan budaya setempat untuk menyelesaikan perasaan kedukaan atau kehilangan

Fakta bahwa semua komunitas memiliki kepercayaan dan budaya yang terbentuk dari konteks setempat sehingga dalam kondisi apapun semua komunitas tentu memiliki mekanisme pengelolaan pengalaman kedukaan termasuk masyarakat Monte Baru-baru di Mentawai pun memilik mekanisme pengelolaan rasa dukan dan kehilangan.

Peristiwa konflik, tsunami, banjir, gempa bumi dan lain sebagainya meninggalakan perasaan kehilangan dan kedukaan dan semua pihak berbondong-bondong atas nama kemanusiaan menawarkan model/pendekatan yang dianggap obat manjur untuk dapat menghilangkan rasa duka atau kehilangan tanpa disadari bahwa tawaran obat tersebut sedang membunuh mekanisme lokal yang sudah ada bertahun-tahun. Jika semua pendekatan dari berbagai pihak atas nama kemanusiaan yang menekankan pada sustainability (membentuk mekanisme coping), pertanyaannya yang mana yang lebih sustain, apa pendekatan baru dan asing atau pendekatan lokal yang sudah digunakan bertahun-tahun?

Memang pendekatan lokal bukan barang instan yang sudah tertulis dengan langkah-langkah kongkrit dan tinggal menggunakannya namun perlu upaya untuk mencari, menemukan, menggerakan dan memaksimalkan. Menemukan pemahaman sosiomasyarakat, menggerakakan peran-peran sosial dan media-media sosial dan kemudian memaksimalkan peran dan media menjadi sebuah mekanisme pertahanan diri yang mandiri dan sustain

Pengalaman masyarakat Lhokpuuh, masyarakat Tangkil, masyarakat Munte Baru-baru dan masyarakat Wasior menunjukan bahwa semua masyarakat memiliki dan mampu melalui semua pengalaman kedukaan atau perasaan sedih yang dialami akibat bencana dan bukan semata karena pendekatan baru yang dibawakan oleh pihak luar yang membantu. Mekanisme sosial yang ada merupakan inkulturasi kepercayaan dan budaya setempat, masyarakat Lhokpuuh dan Tangkil yang kental dengan keIslaman, masyarakat Munte Baru-baru dan Wasior yang kental dengan keKristenan. inkulturasi tersebut merupakan sebuah pendekatan sosio pastoral sesuai dengan konteks lokal.

Pendekatan Sosio pastoral merupakan pendekatan yang membangun mekanisme coping dan memastikan sustainabilty karena mendorong dukungan sosial dari masyarakat setempat sebagai upaya menjaga nilai-nilasi sosial dan juga mendorongan setiap orang mampu dan saling mendukung mengelolah pengalaman duka.

Wasior,05 Agustus 2012
Arnice Ajawaila

About oaseindisasters

Oase in Disaster - Yakkum Emergency Unit This blog is official blog of Yakkum Emergency Unit Member of ACT Alliance and Member of Humanitarian Forum of Indonesia. The contents of this blog covers the YEU's activities related to emergency responds activities in Indonesia. Currently, we are working in emergency respon in three different areas; to respond Wasior flash-flood affected people in Manokwari, West Papua, tsunami-Mentawai affected people in Mentawai, West Sumatera, and Merapi Volcano Eruption in Central Java and Yogyakarta. At the national level, we are coordinating within the network of Humanitarian Forum of Indonesia (HFI) and at the International level we're coordinating with Global Network for Disaster Reduction and ACT Alliance. Email: yeu@yeu.or.id Follow us in twitter @yeu2001 www.yeu.or.id www.actalliance.org www.humanitarianforumindonesia.org
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s